Review buku KBYPR

KBYPR

“Kepada Betah Yang Pernah Ruah”

–Lovi Dinar

Novel romance tentang sebuah luka yang dialami oleh penulis. Novel ini seolah mewakili perasaanku. Setiap kalimat yang tertulis membuatku merasa sesak dan menarik napas dalam-dalam. Mengingatkanku pada seseorang. Setiap kalimatnya seolah mengajakku untuk merasakan getirnya cinta yang hilang tanpa pamitan.

Novel ini tentang seseorang yang datang mengubah hidup dan mampu menyembuhkan luka lama. Tapi sayang, dia datang hanya untuk menawarkan kenyamanan lalu pergi menjauh setelah luluh tanpa ada sebuah kejelasan. Menyakitkan bukan?

“Perlu kau tahu,

Bahwa kembali mencintai setelah disakiti

itu bukanlah perkara yang mudah.”

Hal. 38

Semakin lama aku menyelami setiap kalimat yang kubaca, semakin larut aku dalam lautan kata yang disampaikan. Di bagian ini, rasanya ingin sekali aku marah dan protes bahwa tak seharusnya dia datang dan pergi sesuka hati. Meninggalkan hati yang terus berharap, namun tak kunjung menemukan kepastian.

Sungguh pilu kisah masa lalu yang begitu pahit. Mencintai tanpa sedikitpun dicintai. Mengharapkan tanpa sedikitpun diharapkan. Ia datang hanya untuk menuntaskan penasaran-penasaran. Setelah itu, pergi dengan sejuta kenangan. Bukankah lebih baik tidak datang saja sekalian.

Kadang, aku pun tertawa patah saat membaca dan memaknai setiap aksara seraya berkata, “Rupanya aku juga pernah merasakan hal yang sama dengan penulis. Buktinya, hatiku serasa dikoyak-koyak oleh buku ini. Aku tidak tahu mengapa Tuhan mengarahkanku untuk membeli buku ini. Apakah untuk mengulas dan mengingatkan pada kisah laluku atau untuk menyadarkanku agar tak lagi mudah larut dalam perasaan yang tidak jelas? Ahh, entahlah.” Tapi yang jelas, aku kadang sebal membaca tulisan-tulisan ini. Bukan benci terhadap kalimatnya, melainkan pada apa yang telah dia lakukan.

Dulu, pesan singkatmu yang paling kutunggu

dari sekian banyak orang yang menghubungiku

Dulu, menunggu kabarmu adalah sesuatu yang paling seru.

Dulu, cerita-cerita pada media sosialmu adalah

paling kunantikan bagaikan candu.

Kini, aku ingin memutuskan untuk menyudahi

karena keadaan tak seperti dulu lagi

Kamu pun juga tak lagi ada di sisi.

Hal. 76

Semua ‘katamu’ yang pernah kau ucapkan (dulu) terkadang masih terngiang hingga saat ini. Membuatku berpikir, apakah itu caramu untuk membahagiakanku dengan kepura-puraan?

Novel KBYPR karya Lovi Dinar yang berisi 202 halaman mampu kulahap dalam waktu 24 jam terhitung dengan aktivitas yang lain. Membaca novel ini membuatku mengingat kembali kenangan-kenangan yang sengaja dia ciptakan lalu menghukumku dengan cara mengingatnya tanpa tahu waktu. Datang untuk kembali pergi.

Katanya, kamu hanya ingin dimengerti tapi mengapa tak mau menjelaskan. Penulis benar bahwa tak ada guna menahan seseorang yang menginginkan untuk lepas. Biarkan saja. Kuharap jangan kembali lagi. Karena setelah rasa sakit yang diberikan, seseorang akan belajar menerima kenyataan. Merawat rasa yang dia punya dan menyembuhkan dari sakit yang diberikan.

Pesan:

Pernah mengenalmu tak pernah kusesali.

Kehadiranmu adalah sebaik-baiknya Tuhan

memberi pengajaran bahwa,

Menyayangi secukupnya

Bertahan seperlunya

Dan merelakan sesuai waktunya.

Hal. 202

Pesanku untukmu yang mungkin juga membaca ini: Jangan kembali lagi, rawatlah dia yang baru. Untukmu, pintuku sudah kututup kembali. Terima kasih sudah memberikan banyak pelajaran.

Ingat, ya, hidup harus seimbang. Harus saling berjuang dan mempertahankan. Jangan sampai dia berjuang sendirian, sedangkan kamu hanya bersantai ria karena telah mendapatkan kasih sayang. Semoga setelah perlakuan-perlakuan ini, kamu tak lagi meninggalkan hanya untuk orang yang kau inginkan. Karena suatu saat kau juga akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan dan diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s